Lebih jauh, popularitas karya-karya Kahlil Gibran juga dinilai berjasa besar menumbuhkan rasa cinta publik Indonesia terhadap karya sastra. Mantan Manajer Sekretariat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Aristia Kusuma pernah berujar, "Karya-karya Gibran yang indah membuat orang jadi cinta pada kesusasteraan. Bangsa Indonesia mencintai
Refleksi Gibran tentang Allah sebetulnya tidak keluar dari tradisi iman Kristiani. Gibran sependapat dengan interpretasi teologis kristiani yang meyakini bahwa manusia terarah kepada Allah karena Allah hendak mengkomunikasikan diri-Nya kepada manusia. Komunikasi antara Allah dan manusia terjadi dalam sejarah. Namun demikian pertemuan Allah dan manusia bagi Gibran bukan melulu soal interpretasi
MATA INDONESIA, JAKARTA รขโฌ" 137 tahun yang lalu, tepat 6 Januari 1883 lahir seorang sastrawan dan penyair tersohor, Kahlil Gibran. Berbagai karya yang mendunia telah dihasilkan sepanjang hidupnya, seperti seperti Sayap-Sayap Patah, Sang Nabi, Rahasia Hati, dan Jiwa-Jiwa Pemberontak. Gibran menciptakan banyak karya tentang cinta dan hati. Syairnya mengalir merdu membangkitkan perasaan dan
Syair karya Al-Khansa penuh dengan metafora indah tentang kehilangan, kehidupan, cinta, dan kepergian. Namun, dia enggan menulis tentang kematian anaknya dalam pertempuran Muslim melawan Romawi dan Persia. Berikut ini potongan syair karya Kahlil Gibran yang berjudul "Beauty" atau "Kecantikan" dalam Bahasa Indonesia. Nizar Qabbani (1923-1998)
Baca juga: Arti dan Makna Puisi Pemberian Tahu Karya Chairil Anwar. Salah satu puisi cinta Kahlil Gibran yang memikat pembaca yaitu puisi 'Hapus Air Matamu'. Puisi ini menujukkan bahwa Kahlil Gibran tidak salah dikenal dengan sang penyair cinta. Puisi Hapus Air Matamu menunjukkan bagaimana sebuah ungkapan sayang seseorang kepada kekasihnya.
Advertisement. Salah satu blogger sembrono yang menulis isi puisi Aku ingin sebagai karya dari Kahlil Gibran. Beruntung, seorang ahli literasi, Ilham Moehidin berhasil melakukan uji literasi pada kedua karya tersebut. Hasilnya, ternyata puisi berjudul "Lafaz Cinta" tersebut tidak pernah ada. Dengan kata lain, Kahlil Gibran tidak pernah menulis
Puisi Kahlil Gibran KARYA-KARYA KHALIL GIBRAN (1833-1931) WAKTU MASA MUDA DAN KEINDAHAN Dan seorang pakar astronomi berkata, "Guru, bagaimanakah perihal Waktu?" Keindahan menjadi milik usia muda, tapi keremajaan yang untuknya dunia ini diciptakan tidak lebih dari sekadar mimpi yang manisnya diperhamba oleh kebutaan yang menghilangkan kesedaran.
5EV4j. lac74r4626.pages.dev/185lac74r4626.pages.dev/41lac74r4626.pages.dev/288lac74r4626.pages.dev/18lac74r4626.pages.dev/137lac74r4626.pages.dev/327lac74r4626.pages.dev/131lac74r4626.pages.dev/262lac74r4626.pages.dev/373
karya kahlil gibran tentang cinta